Mengenal Sejarah Huruf Korea (Hangeul)

Mengenal Sejarah Huruf Korea (Hangeul)

Budaya K-pop yang berasal dari Korea Selatan kini tengah menyebar dan berkembang ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Berbagai hasil karya seniman Korea modern seperti musik Korea, tari Korea, dan drama Korea juga digemari oleh banyak orang di Indonesia terutama dari kalangan anak muda.

Tak berhent sampai disitu, bahkan kini kebudayaan Korea yang lain pun menjadi suatu topik yang menarik dan mengundang para penggemar K-pop untuk mempelajarinya. Salah satunya adalah huruf korea atau yang disebut Hangeul.

Sejarah Huruf Korea (Hangeul)

Negara Korea, baik Korea Selatan maupun Korea Utara memiliki huruf khusus yang dikenal dengan nama “Hangeul”. Sebelum disebut Hangeul, huruf-huruf tersebut pada awalnya bernama Hunminjeongeum (훈민 정음), yang diciptakan pertama kali oleh Raja Sejong dari Dinasti Yi pada masa kejayaan Kerajaan Choseon tahun 1443.

Dengan dibantu oleh para ilmuwan dari lembaga ilmu pengetahuan saat itu yang disebut Jiphyeonjeon, Raja Sejong berhasil menciptakan Hunminjeongeum selama 3 tahun. Huruf Humningjeongeum tersebut kemudian dipublikasikan dalam bentuk sebuah buku berjudul “Hunminjeongeum Haeryebon” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Edisi Penjelasan Hunminjeongeum”.

Pemerintah Korea telah menetapkan Hunminjeongeum sebagai asset harta Nasional Korea. Di samping itu, UNESCO juga telah menetapkan Hunminjengeum sebagai Warisan Memori Dunia pada tahun 1997.

Tujuan Diciptakannya Huruf Hangeul

Huruf Hangeul pada awalnya diciptakan untuk membuat keterangan akan suatu hak kepemilikan pada masa itu yang penuh dengan kekacauan. Hangeul disusun dengan mengimplementasikan ajaran Budha yang menggambarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia lainnya.

Selain itu, dengan adanya huruf Hangeul, Raja Sejong berharap agar rakyat Korea yang saat itu mayoritas tidak dapat menulis dengan huruf Hanja (한자) atau huruf Cina dapat membaca dan menulis Bahasa Korea dengan sistem yang lebih mudah.

Tantangan yang Dihadapi Huruf Hangeul

Para bangsawan Korea serta orang-orang terpelajar pada masa itu menggunakan huruf Hanja. Sedangkan huruf Hangeul hanya digunakan oleh rakyat jelata yang dianggap rendahan. Hal ini menimbulkan pandangan bahwa Hangeul adalah huruf untuk masyarakat rendahan.

Meski begitu, pada masa kependudukan Jepang di tanah Korea, huruf Hangeul justru banyak dipakai di media-media massa. Akhirnya, sejak tahun 1948 pemerintah Republik Korea (대한 민국) menetapkan huruf Hangeul sebagai tulisan resmi nasional yang digunakan di sekolah-sekolah serta dalam penulisan dokumen-dokumen resmi negara.

Dengan demikian, seluruh wilayah Korea saat ini telah menggunakan huruf Hangeul baik untuk tulisan sehari-hari maupun tulisan dokumen resmi. Namun, penggunaan Hanja (huruf Cina) juga masih berlaku untuk penulisan-penulisan tertentu.

Nah, itu dia sekilas tentang sejarah huruf Hangeul. Semoga pengetahuan kamu tentang Negeri Korea semakin bertambah ya. 

Share This

Related Posts

Mengenal Huruf Hangeul

Mengenal Huruf Hangeul

May 16, 2017

Annyeong haseyo, Sobat Buyonghwa, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara menulis dan...

Read More
Menelusuri Pesona Keunikan Istana Kepresidenan Blue House Di Korea Selatan

Menelusuri Pesona Keunikan Istana Kepresidenan Blue House Di Korea Selatan

April 20, 2017

Semua negara di dunia pasti punya istana kepresidenan sendiri-sendiri. Jika di Indonesia kita mengen...

Read More
5 Tari Tradisional Khas Korea Selatan

5 Tari Tradisional Khas Korea Selatan

March 28, 2017

Annyeong haseyo Sobat Buyonghwa, korea Selatan memang terkenal bukan hanya karena drama dan musik...

Read More

About the Author

Hyung Ar

Hyung Ar

Kontributor & editor assigned seputar budaya korea selatan di buyonghwa.com. Hobi fotografi dan main game.

Add your comment

Partners